Sejarah Sanggar
Sanggar Wasundari Kamasan berawal dari almarhum Bapak Nyoman Mandra yang menekuni seni lukis Wayang Kamasan sejak usia dini. Keterampilan melukisnya diperoleh dari sang paman dan dikembangkan sebagai mata pencaharian utama. Pada tahun 1970-an, beliau mengajak anak-anak setempat belajar melukis sekaligus memperoleh penghasilan. Pada tahun 1976, sanggar mendapat pengakuan resmi dan berkembang dengan kegiatan seni lainnya, seperti gamelan. Pada tahun 2006, sanggar bernama Sanggar Lukis Klasik Wasundari dan hingga kini aktif melestarikan seni lukis Wayang Kamasan melalui pembinaan generasi muda.
Sanggar Wasundari Kamasan menjadi tempat untuk belajar, berkarya, dan melestarikan seni lukis tradisional Wayang Kamasan. Melalui berbagai kegiatan seni, pengunjung dapat mengenal proses pembelajaran, pembuatan karya, serta kreativitas para seniman dalam menjaga warisan budaya Bali.
Tentang Kami
Wasundari Digital Art Tour merupakan media promosi digital berbasis website yang memperkenalkan Sanggar Lukis Klasik Wasundari di Desa Kamasan, Klungkung, Bali. Sanggar ini berperan dalam melestarikan seni lukis tradisional Wayang Kamasan yang diwariskan dari generasi ke generasi.Melalui Virtual Tour 360°, pengunjung dapat menjelajahi lingkungan sanggar, melihat koleksi karya seni, serta mengenal sejarah dan aktivitas sanggar secara interaktif. Media ini diharapkan dapat memperluas promosi sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya Bali.
Visi & Misi
Visi:
Menjadi media promosi digital yang interaktif dan informatif dalam memperkenalkan serta melestarikan seni lukis Wayang Kamasan sebagai warisan budaya Bali melalui teknologi Virtual Tour 360°.
Misi:
1. Memperkenalkan Sanggar Wasundari Kamasan kepada masyarakat luas melalui media digital berbasis website.
2. Menyediakan pengalaman virtual interaktif agar pengunjung dapat menjelajahi lingkungan sanggar melalui panorama 360°.
3. Menyajikan informasi mengenai sejarah, koleksi karya, dan aktivitas sanggar sebagai sarana edukasi seni dan budaya.
4. Memperluas jangkauan promosi sanggar agar dapat diakses oleh masyarakat tanpa terbatas jarak dan waktu.
5. Mendukung pelestarian seni lukis Wayang Kamasan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.